Berat yaa judulnya.....hehehe...
Tulisan kali ini masih berkaitan dengan kegiatan "Ayo nge blog KMB Srikandi dan ini adalah tugas kedua setelah setoran tulisan pertama yang bisa dibaca di http://enny-rohmania.blogspot.com/2014/09/my-dream-will-be-my-destiny.html
Dalam sebuah obrolan santai dengan teman-teman banyak yang bertanya bagaimana saya memulai usaha bakulan saya, bagaimana saya mendapatkan pelanggan dan bagaimana saya belajar membuat kue dll...well,itu semua adala pertanyaan yang dengan senang hati saya menjawabnya karena dengan begitu saya bisa juga menularkan virus positif kepada penanya untuk menjadi seorang pebisnis atau bahasa kerennya "Entrepreneur".
Cikal bakal usaha bakulan ini dimulai dengan menulis mimpi saya mempunyai toko kue/kuliner pada tahun 2003 pada saat saya masih bekerja sebagai seorang sekretaris pada lembaga amil zakat Dompet Dhuafa. Dalam suatu sesi pelatihan untuk para karyawan yang dgawangi oleh bapak Jamil Azzaini, kami diminta untuk menuliskan mimpi kami untuk 5 tahun kedepan (which is 2008 waktu itu) dan kemudian mimpi tsb dibacakan didepan semua peserta dan di amin kan oleh mereka.
Waktu berjalan terus...dan pada tahun 2005 saya resign dari DD dengan alasan anak (sayamelahirkan anak kembar perempuan). Kemudian berkutat sebagai IRT sejati di daerah Cimanggis,Depok. Setelah anak saya berusia 2 tahun, insting untuk mempuyai penghasilan sendiri mulai timbul. Mulailah saya menyebar lamaran kerja ke perusahaan2 (waktu itu belum kepikir mejadi wirausaha) dan ada 1 panggilan kerja yang berhasil masuk yaitu dari perusahaan konsultan ekonomi syariah. Namun ternyata belum rejeki karena tepat di sesi wawancara terakhir saya meragu dengan semua konsekwensi menjadi wanita pekerja (terbayang wajah si kembar dan wajah ibu saya yang sudah tua yang harus merawat si kembar jika saya bekerja...mrebes mili....hiks...) Live must go on..belum kapok...kemudian saya diajak menjadi agen asuransi di takaful indonesia cabang depok. Selama 4 bulan saya mencoba mencari pengalaman marketing dan alhamdulillah dapet 4 klient dan berbuah sebuah jam tangan ALBA klasik yang saya beli dari komisi sebagai agent...bangga dong bisa beli barang idaman dari keringat sendiri...hihihi pamer.com
Lepas dari agent asuransi, saya dan kakak saya terjun ke dunia fashion. Dengan bermodal uang 2 juta rupiah kami berburu pakaian ke tanah abang untuk kemudian dijual lagi dengan sistem kredit/tempo. Suami saya yang PNS sempat juga ikutan jualan baju di kantornya dan you know what...laris manis boo...alhamdulillah..ternyata kami berbakat jualan retail juga. Dari modal yang sedikit tsb dalam setahun sudah menjadi 10 kali lipat dan sudah menyebar diseputaran cimanggis (walaupun kami belum punya brand dan masih ngumpulin recehan dari kreditan...).
Awal tahun 2010 ketika saya hijrah ke daerah Jatiasih, mulai terfikir untuk mencari bisnis lain. Browsing di internet dan ketemu dengan Natural Cooking Club asuhan bu Fatmah Bahalwan. Joint di milis dan saya rajin mengikuti online event yang diadakan disana. Mulai dari situ hobi lama saya dalam urusan baking n cooking tersalurkan kembali dan sekarang lebih terarah dengan bergabung di komunitas yang sesuai. Mengalir deras ide, ilmu dan tantangan untuk menaklukan sebuah resep menjadi bagian dari hari-hari saya. Tanpa terasa ternyata dari dapur yang sederhana bisa menghasilkan karya yang disukai keluarga, teman dan kerabat. Mendatangkan penghasilan dari yang awalnya sedikit dan lambat laun bisa dipakai untuk membeli gadget dapur yang canggih. Kini dengan syukur saya bisa memperkenalkan diri sebagai tukang kue sekaligus owner ENDNIES CAKES.
Mimpi terus dirajut dengan memperluas pergaulan dan mencari ilmu yang menunjang usaha saya. Bersyukur akhirnya dipertemukan dengan teman-teman di KMB Srikandi. Event online seperti sekarang maupun event offline nya yang berupa pertemuan rutin coaching bisnis sangat membantu untuk mengupgrade bisnis dan ilmu saya. Menjadi bakul kue tidak melulu berkutat dengan adonan dan loyang, namun juga harus mengetahui dan menguasai teknologi terkini yang bisa menjadi alat untuk meningkatkan omset dan wawasan. Blogging adalah salah satunya. Dengan menulis kita bisa mengdokumentasikan semua perjalanan hidup bisnis kita, pengalaman suka atau duka yang kita tuliskan akan terekam dalam dunia maya dan bisa menjadi pelajaran bagi yang membacanya.
Demikian sekelumit cerita hidup saya, semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan kepada kita semua.
Cimanggis 41014
Enny @www.snackboxcorner.blogspot.com
wow... kisah yang inspiratif... tfs mom...
BalasHapusSemoga kisah Mbak Enny ini bisa menginspirasi taman-taman yang lain ya..
BalasHapusTernyata kita sama yaa mbak, pernah ngalamin jualan baju.. :)
BalasHapusLuar Biasa..semangat dan perjuangan mba enny...semoga kita semua menjadi pedagang besar yang shalehah seperti ibunda siti khadijah dan aburrahman bi Auf...Amiin
BalasHapus